Selamat Datang Di Siloam Heart Institute

Disaat Bedah Jantung Merupakan Satu – Satunya Pilihan

Disaat Bedah Jantung Merupakan Satu – Satunya Pilihan

operasi-_jantungTengah malam, seorang laki-laki berusia 50 tahun mengeluh merasakan nyeri dada, dan semakin lama semakin merasakan sesak napas. Keluarga segera membawanya ke rumah sakit terdekat.  Beruntung karena di sana ada dokter spesialis jantung yang baru 1 minggu bekerja dan berkenan datang ke rumah sakit tersebut untuk melihat keadaannya.

Kesimpulan dari hasil pemeriksaan dan rekaman jantung adalah suatu serangan jantung akut. Dokter berpikir tindakan yang akan segera dilakukan adalah menyuntikkan obat penghancur bekuan darah. Ternyata obat tersebut belum tersedia di rumah sakit tersebut. Oleh sebab itu, sang dokter segera menelpon spesialis jantung yang ada di provinsi untuk menanyakan apakah dokter tersebut bisa menolong pasien tersebut dengan suatu tindakan yang disebut Primary PTCA. Dengan menggunakan Ambulans yang dilengkapi tabung Oksigen dan ditemani oleh seorang perawat, 3 jam kemudian pasien tiba di RS Provinsi.

Setibanya di RSU Provinsi, oleh Spesialis Kardiologi Intervensional pasien langsung dibawa ke Ruang Kateterisasi. Dokter menjelaskan manfaat dan resiko/ komplikasi Kateterisasi yang bisa terjadi (Informed Consent). Keluarga Pasien segera menyetujui sehingga persiapan dan prosedur bisa segera dikerjakan.

Prosedur dimulai dengan anestesi lokal daerah paha dilanjutkan dengan memasukkan kateter sebesar 2,5mm  sampai ke pangkal aorta dan disemprot dengan kontras. Hasilnya terdapat sumbatan dari beberapa arteri koroner dengan aliran darah yang lambat. Dari data tersebut, Spesialis jantung tersebut memutuskan hanya mengatasi serangan jantung akut  tersebut dengan melebarkan atau dilatasi, serta memasang cincin (Bare Metal Stent) pada pembuluh koroner kiri. Selanjutnya direncanakan untuk bypass koroner setelah pasien stabil. Keluhan pasien langsung berkurang dan lama-lama hilang. Total lamanya prosedur lebih kurang 1 jam. Dua hari setelah itu, penderita menjalani bypass koroner (CABG) dengan hasil yang baik.

Apa itu Coronary Artery Bypass Graft (CABG)?

CABG atau Bypass koroner adalah membuat pembuluh darah baru dari aorta (pembuluh nadi besar) melewati pembuluh darah koroner yang menyempit/ tersumbat, sehingga otot-otot jantung kembali mendapat pasokan darah yang cukup untuk kebutuhan kerja jantung.

Mengapa pembuluh darah koroner dapat tersumbat atau menyempit? Penyempitan atau penyumbatan ini terjadi karena adanya proses athecosclerosis di dinding pembuluh darah yang dimulai sejak beberapa tahun sebelumnya. Proses endapan atheroma tersebut semakin tebal dan menonjol ke dinding bagian dalam. Ada kalanya lapisan endothel di atasnya pecah dan diendapi thrombosit yang membentuk bekuan darah yang makin lama makin banyak sehingga tertutup total dan terjadilah apa yang disebut serangan jantung akut (MCI).

 Apa tanda serangan jantung?

Tanda yang paling khas adalah nyeri dada atau angina pectoris, dirasakan di daerah/di bawah tulang dada agak ke sebelah kiri dan rasanya seperti beban berat, ditusuk-tusuk, rasa terbakar dan lain-lain, kadang menjalar ke rahang, lengan kiri dan punggung serta keringat yang banyak. Kalau pada tahap awal, keluhan tersebut akan berkurang dalam beberapa menit bila pasien istirahat dan akan terjadi lagi bila aktivitas meningkat. Hal ini disebut angina pektoris stabil.

Penyakit jantung koroner yang manakah yang harus dilakukan CABG?

Operasi CABG dilakukan bila terdapat penyempitan pada pembuluh utama kiri >50%, atau 3 cabang utama koroner menyempit dengan gangguan fungsi pompa jantung <50% (EF), atau bila pangkal dari pembuluh darah utama kiri tersumbat. Operasi juga dilakukan pada pasien jantung koroner yang akan menjalani operasi katup sekaligus atau operasi besar lainnya.

Keuntungan CABG adalah dapat menghilangkan keluhan angina pektoris sekaligus memperbaiki kualitas hidup penderita, sehingga dapat kembali normal melakukan aktifitas sehari-hari.

Persiapan apa yang diperlukan sebelum CABG?

Karena ini adalah operasi besar, maka semua sumber infeksi harus dihilangkan terlebih dahulu. Pasien akan di konsultasikan ke dokter gigi dan Spesialis THT. Persediaan darah untuk menghadapi terjadinya situasi perdarahan, serta pemeriksaan laboratorium untuk fungsi organ yang lain.

 Bagaimana resiko operasi CABG?

Yang disebut dengan resiko adalah kematian akibat CABG secara umum kurang dari 2% untuk fungsi jantung yang normal. Makin bertambah umur maka resiko akan semakin bertambah karena organ-organ yang lain juga mengalami penurunan fungsi.

 Teknik Operasi.

 Pemasangan pembuluh darah baru (graft) ini dapat dilakukan dengan memakai mesin jantung paru (Cardio Pulmonary Bypass/ CPB) atau tanpa menggunakan CPB (OFF PUMP)

Bila memakai CPB, maka kerja jantung dan paru sementara diambil alih oleh mesin selama proses penyambungkan graft berlangsung. Pada operasi OFF PUMP, operator memakai alat stabilizator sehingga graft dapat disambung ke pembuluh darah koroner. Syarat untuk bypass tanpa CPB haruslah pembuluh darah cukup besar dan jumlah graft tidak lebih dari 3.

Lama Operasi bypass rata-rata 3 -4 jam di luar proses anestesi.

Pasca operasi pasien akan dirawat di ICU/ICCU selama 1-2 hari. Kemudian pasien dipindah ke ruangan selama 5-7 hari, dan menjalani fisioterapi. Setelah itu, pasien siap untuk pulang ke rumah. Proses penyembuhan luka dan recovery fungsi jantung dapat dinilai saat pasien kontrol ke Poliklinik.

Untuk menjaga agar jantung tetap sehat, sebaiknya pasien harus menghentikan kebiasaan merokok, mengkonsumsi makanan yang rendah kolesterol, memperbanyak makan sayur dan buah, Diet Diabetes pada penderita DM, mengurangi konsumsi garam.  Olahraga sebaiknya dilakukan minimal tiga kali seminggu(jalan kaki minimal 30 menit). Obat-obatan seperti pengencer darah, obat anti hipertensi dan obat anti Diabetes(pada penderita DM)  sebaiknya rutin untuk diminum. Pengecekan Laboratorium dilakukan sesuai anjuran dokter.

Dr. Heston Napitupulu, SpBTKV,  Siloam Hospitals Kebon Jeruk