Selamat Datang Di Siloam Heart Institute

Gaya Hidup Modern Picu Penyakit Jantung: Usia Muda Makin Rentan.

Gaya Hidup Modern Picu Penyakit Jantung: Usia Muda Makin Rentan.

Penyakit jantung dan stroke merupakan momok menakutan bagi setiap orang. Keduanya
adalah penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Padahal, penyakit itu bisa dicegah sejak
dini dengan menerapkan gaya hidup sehat.

RISET Kesehatan Dasar (Riskesda) 2013 mencatat, prevalensi penyakit jantung koroner, gagal jantung, dan stroke terlihat meningkat seiring peningkatan umur seseorang. Sementara itu, prevalensi stroke pada laki-laki dan perempuan sama banyak.

dr-antoniaSaat ini, penyakit-penyakit yang berhubungan dengan jantung dan pembuluh darah sudah merambah ke mereka yang berusia belasan tahun. Cardiologist Siloam Hospitals Lippo Village Dr dr Antonia Anna Lukito SpJP FIHA FAPSIC FSCAI FAsCC menjelaskan, tren menunjukkan bahwa pekerja usia 25–30 tahun rentan mengalami penyakit jantung atau stroke.

Sebab, masa-masa tersebut merupakan saat pekerja produktif mendapat tuntutan tinggi di lingkungan kerja mereka. Hal itu membuat pekerja muda mengabaikan gaya hidup sehat untuk menjaga kesehatan tubuh. Contoh paling gampang adalah minimnya waktu untuk berolahraga. ’’Saat usia bertambah dan tidak dibarengi aktivitas olahraga, penyakit seperti stroke dan jantung rentan menyerang,’’ katanya.

Selain stroke, penyakit jantung pada orang dewasa yang sering ditemui adalah penyakit jantung koroner dan gagal jantung. Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Siloam Hospitals Kebon Jeruk dr Antono Sutandar SpJP menjelaskan, salah satu penyakit jantung yang mengakibatkan jantung seseorang berhenti mendadak disebut cardiac arrest.

Spesialis bedah toraks kardiovaskuler Siloam Hospitals Kebon Jeruk dr Maizul Anwar SpBTKV maizul-anwar_menambahkan, orang yang memiliki risiko penyakit yang berhubungan dengan jantung dan pembuluh darah seharusnya memeriksakan diri sedini-dininya. Apalagi mereka yang orang tua atau saudara kandungnya menderita penyakit tersebut. ’’Tujuannya, melihat apakah memiliki risiko juga atau tidak. Jika benar terbukti berisiko, harus dicegah,’’ terangnya.

Selain itu, Maizul menyarankan agar setiap orang sejak dini memperhatikan konsumsi makanan. Perlu pula mengontrol aktivitas dan olahraga. Apalagi aktivitas sehari-hari dianggap belum cukup untuk menjaga kesehatan tubuh jika tak diimbangi dengan olahraga. ’’Bisa melakukan hal yang simpel saja. Misalnya, joging di sekitar rumah atau olahraga lain yang low impact,’’ katanya menyarankan.

Ada beberapa cara untuk mendeteksi dini stroke dan penyakit jantung. Stroke bisa dicegah dengan rajin memantau irama jantung untuk melihat kemungkinan terjadinya stroke. Sementara silent atrial fibrilasi (AF) stroke cryptogenic, pasien harus dipasangi alat rekam jantung atau EKG wireless di dada, tepat di bagian dekat jantung. Pemasangan berlangsung selama tujuh hari berturut-turut yang dikoneksikan dengan aplikasi di ponsel dan dimonitor jaringan Siloam Hospitals. ’’Jika ada silent AF yang terdeteksi, alat tersebut akan memberikan tanda dan langsung dilakukan tindakan tepat,’’ terang Antonia.

Pertolongan pertama pada penderita cardiac arrest dapat dilakukan dengan membantu memberikan shock listrik dari defibrillator atau alat kejut jantung. Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dr Antono Sutandar SpJP menjelaskan, tidak hanya di UGD atau ambulans, alat tersebut juga sudah tersedia di beberapa titik bandara internasional atau tempat- tempat umum lain. ’’Pertolongan pertama ini maksimal harus dilakukan 5–10 menit,” terang Antono.