Selamat Datang Di Siloam Heart Institute

Kelainan Irama Jantung Serang Jantung Tua

17 Januari 2017 17:55 wib, Sri Yanti Nainggolan

Metrotvnews.com, Jakarta: Kelainan irama jantung atau lebih dikenal dengan Fibrilasi Atrium (FA) cenderung menyerang jantung yang sudah berusia tua.

“FA adalah manifestasi dari jantung yang menua. Kalau di Indonesia, penyebannya adalah jantung rematik,” tukas dr. Antono Sutandar, SpJP(K) selaku Wakil Chairman Siloam Heart Institute (SHI) dari Siloam Hospitals Kebon Jeruk (SHKJ), Selasa (17/1/2017).

Ia menjelaskan, prevalensi munculnya penyakit tersebut bisa mencapai satu banding empat pada usia 80-90 tahun, meskipun pada usia 40-an keadaan jantung masih sehat bugar.

FA merupakan kelainan irama jantung kamar atas (atrium) karena tak bisa berkoordinasi dalam hal menyedot dan memompa darah sehingga terjadi gangguan aliran darah.

Penyebab utama dari FA sendiri terbagi menjadi dua jenis, yaitu kelainan irama jantung (terlalu cepat dan/atau lambat) dan adanya masalah aliran darah.

Salah satu gejala FA yang paling mudah dikenali adalah detak jantung yang tidak teratur, misalnya cepat, lambat, atau kombinasi cepat dan lambat.

Jika AF cepat biasanya disertai dengan keluhan gagal jantung, seperti sesak napas dan cepat lelah. Namun, jika lambat, maka disertai dengan keluhan seperti mau pingsan dan kehilangan kesadaran sementara.

Selain jantung menua, pencetus kelainan irama jantung dapat berupa kelainan tiroid; kelainan atrium yang membesar akibat hipertensi, kelainan katup jantung, atau jantung yang lemah; dan sebagian kecil disebabkan oleh kelainan genetik. Namun, gaya hidup tetap memegang peran penting dalam hal menjaga kesehatan jantung.

“Mereka yang biasa minum banyak alkohol di akhir pekan, biasanya mengalami FA beberapa hari setelah itu, sekitar senin atau selasa,” tambahnya.