Selamat Datang Di Siloam Heart Institute

Kelainan Jantung Bisa Diderita Tanpa Disadari

Kelainan Jantung Bisa Diderita Tanpa Disadari

17 Januari 2017 20:40 wib, Sri Yanti Nainggolan

Metrotvnews.com, Jakarta: Kelainan irama jantung yang biasa dikenal dengan Fibrilasi Atrium (FA) bisa dibedakan berdasarkan frekuensi terjadinya perubahan irama jantung.

“Manifestasi dari FA biasanya tergantung pada keadaan psikologis emosi dan kesensitifan pasien sendiri,” kata dr. Antono Sutandar, SpJP(K) selaku Wakil Chairman Siloam Heart Institute (SHI) dari Siloam Hospitals Kebon Jeruk (SHKJ), Jakarta Selasa (17/1/2017).

Untuk jenis pertama, yaitu FA paroksimal, kelainan irama yang dirasakan hanya sepersepuluh dari jumlah episode kekambuhan. Misalnya, ketika dalam seminggu terdapat 100 episode FA, maka yang bisa dirasakan oleh penderita hanya 10 kali, apalagi durasi waktu penyakit ini kurang dari satu minggu. Sementara, 40 persen lainnya terkadang dianggap sebagai prediksi.

“Pasien merasa sedang mengalami FA, padahal tidak. Jadi hubungan antara keluhan dan adanya kelainan belum jelas,” tambahnya.

Salah satu hal yang memengaruhi perasaan seseorang terkait FA adalah kegiatan olahraga. Tak sedikit orang yang beranggapan aktivitas fisik ini mengubah irama jantung menjadi lebih baik.

“Mereka merasa lebih baik dan teratur dalam hal irama jantung, padahal tidak. Biasanya, pada

olahraga yoga mereka merasa demikian,” ungkapnya.

Kedua, FA persisten atau tetap di mana kelainan yang dirasakan hilang timbul selama seminggu lebih. Pada tahap ini, jika terus-menerus terjadi, maka dalam setahun irama jantung menjadi tak beraturan.

Terakhir, FA kronik di mana kelainan irama terus terjadi tanpa jeda dalam waktu lebih dari seminggu. Pada tahap ini, biasanya orang lanjut usia (lansia), yang merupakan pasien yang paling umum, tidak melakukan pengobatan karena beranggapan tidak akan ada peningkatan kualitas hidup sehingga mereka berpikir akan terbiasa dengan hal tersebut.