Selamat Datang Di Siloam Heart Institute

Mengenal Berbagai Macam Penyakit Jantung

Mengenal Berbagai Macam Penyakit Jantung

Oleh: Dr. Antono Sutandar, SpJP, FACC, FSCAI, FAMS, FIHA

Penyakit jantung adalah salah satu penyebab kematian utama dl Indonesia. Dari catatan Yayasan Jantung Indonesia, prevalensinya adalah 7-12% per tahun dan minimal 16.8 juta dari total 240 juta penduduk Indonesia mengidap penyakit jantung. Lebih mengejutkan lagi, 50% diantaranya berumur 30 – 50 tahun yang merupakan usia produktif.

Bagaimana cara jantung berfungsi di tubuh kita

Jantung dapat diumpamakan seperti rumah, terdiri dari beberapa komponen berbeda. Komponen pertama adalah “sistem listrik” Tujuan dari “sistem listrik” adalah mengkoordinasi bagaimana jantung yang seperti pompa ini dapat berfungsi dengan baik. Komponen kedua adalah sistem pembuluh darah, berfungsi untuk memberikan ‘makanan’ kepada otot jantung. Komponen ketiga adalah struktur jantung. dimana otot, katup, dan kamar·kamar jantung  dievaluasi.

Apa masalah yang sering ditemukan di “Sistim Listrik”

Masalah yang sering ditermukan adalah kelainan datam irama jantung. Kelainan irama jantung dapat dikategorikan sebagai hanya lambat, hanya cepat, atau keduanya. Seorang pasien yang irama jantungnya lambat, pada umumnya akan mengeluh cepat lelah, bahkan dapat merasa seperti akan pingsan atau benar-benar plngsan untuk sekejap, lalu pulfh kembali.

Dalam keadaan ini, kemungkinan kematian mendadak kecil. Sementara, soorang pasien dengan irama jantung cepat. jantungnya akan berdebar cepat secara teratur atau tidak teratur. Kelainan irama jantung cepat dapat bersumber dari kamar atas jantung (atrium) atau dari kamar bawah (ventrikle). Untuk kelainan irama jantung dari kamar atas jantung. ada beberapa mekanisme kelainan irama dapat terjadi.

Yang pertama adalah seperti sebuah korsleting (short circuit}, yang menyebabkan.aliran listrik jantung terus berputar dan menghasilkan detak yang cepat. Mekanisme kedua adalah ketika debar jantung disebabkan oleh sebuah sumber listrfk abnormal. Dalam keadaan normal. sumber irama jantung berasal dari generator listrik di kamar atas dan disebarkan melalui sistem yang menyeropai kabel listrik. Tujuan aktivitas listrik ini untuk mengkoordinasi pergerakan kamar atas dan kamar bawah. serta bagian jantung kanan dan kiri.

Mekanisme ketiga adalah irama yang tidak teratur bernama AF (Atrial Fibrilotion), yang disertai dengan risiko stroke. Mekanisme lni akan menentukan pengobatannya, apakah dengan obat – obatan saja atau dengan pemeriksaan electrofisiologi/Rodiofrequency Ablaion. Untuk kelainan irama jantung cepat yang berasal dari kamar bawah. prioritas pertama adalah menentukan seberapa besar risiko kematian mendadak. Risiko ini ada pada penderita yang kelainan irama jantungnya disebabkan oleh kelainan listrik primer atau disertai dengan kelainan struktural jantung.

Penyakit jantung adalah salah satu penyebab kematian utama di Indonesia. Dan masalah yang sering ditemukan yaitu kelainan dalam irama jantung. Kelainan irama jantung dapat dikategotikan sebagai hanya lambat, hanya cepat, atau keduanya.

Jadi, apa saran doker untuk kelainan irama jantung?

Untuk seorang dengan kelainan irama jantung pelan yang menyebabkan seperti mau pingsan/cepat lelah (karena detak jantung tidak bisa meningkat lebih cepat) disarankan memasang alat pacu jantung(pacemaker). Alat ini mengambil alih “sistem listrik” jantung dan meregulasi iramanya.

Kelainan irama (atrial) cepat yang disebabkan oleh kamar atas jantung dapat dirawat dengan obat-obatan atau dengan Ablasi Radiofrekuensi (RFA). Tingkat keberhasilan prosedur ini tergantung mekanisme yang menyebabkan kelainan irama jantungnya. RFA mempunyai tingkat keberhasllan leblh dar1 90% untuk mekanisme yang “short circuit”, sekitar 80% untuk mekanisme ektopik. dan 60-70% untuk AF (Atrial Fibrilotion). Untuk kelainan irama yang disebabkan oleh kamar bawah jantung (ventricular), hal yang paling penting adalah untuk mengevaluasi d ulu apakah terdapat juga masalah dengan struktur  jantung atau kelainan primer listrik. karena kelainan kepada dua hal ini mampu menyebabkan kematian mendadak Jika dokter menyimpulkan bahwa resiko kematian mendadak tinggi, alat ICD (Implantable Cardioverrer Defibrillator) dapat mencegah kematian mendadak.

Apa yang dimaksud dengan penyakit pembutuh darah dan apa faktor resikonya?

Penyakit pembuluh darah bisa bermanifestasi pertama kali dl pembuluh darah jantung dan merupakan penyempitan pembuluh darah. Faktor resiko penyempitan pembuluh darah adalah diabetes, tekanan darah tinggi, lemak darah, sakit ginjal. Selain itu, gaya hidup yang tidak sehat. seperti merokok, kurang berolahraga, makan sembarangan, konsumsi obat – obatan terlarang, dapat membuat seseorang lebih rentan terkena penyakit jantung. Pada umumnya, penyempitan pembuluh darah tidak akan menyebabkan kematian mendadak. Yang menyebabkannya adatah ketika seseorang menderita penyempitan pembuluh darah, juga di saat bersamaan ada gumpalan darah di pembutuh darahnya. Jika dibiarkan selama 3 hingga 6 jam, akan terjadi kerusakan pada otot jantung, dan otot menjadi lemah. Karena itu, bila terdapat dugaan penggumpalan darah, penderita harus mengonsumsi obat pengencer darah dan selanjutnya ke rumah sakit untuk dlberi penanganan yang lebih baik.

Lalu mengapa semakin banyak atlit muda yang meninggal karena penyakit jantung?

Biasanya, kematian mendadak pada atlit yang berusia di bawah 35 tahun disamping karena penyumbatan, bisa disebabkan oleh kelainan otot jantung atau kelainan primer listrlk. Salah satu kelainan otot jantung yang cukup sering adalah hypertrophic cardiomyopthy, yang ada pada kira-kira 1:5OO sampai 1:1000 masyarakat Indonesia.