Selamat Datang Di Siloam Heart Institute

Nuss Procedure pada Pectus Excavatum

Nuss Procedure pada Pectus Excavatum

dr.-Maizul-Anwar-SpBTKV-&-dr.-Royman-C.P.-Simanjuntak-SpBTKVNuss Procedure pada Pectus Excavatum

Pectus Excavatum merupakan suatu kelainan bawaan yang terjadi karena deformitas (perubahan bentuk) dinding dada. Beberapa tulang rusuk dan tulang dada tumbuh tidak normal sehingga dinding dada menjadi cekung. Pectus Excavatum adalah tipe deformitas dinding dada yang paling sering ditemukan dengan angka kejadian sekitar 1 dari 1000 kelahiran. Umumnya, kasus pada laki-laki lebih sering dibandingkan dengan perempuan (rasio 3:1). Kondisi ini biasanya terdiagnosa saat beranjak usia remaja, kelainan pada dinding dada terlihat semakin jelas dan keluhan-keluhan mulai bermunculan. Kelainan pada tulang dada ini sangat bervariasi dari kasus ringan hingga berat dimana terdapat sebagian pasien yang datang dengan dinding dada yang asimetri.

Gejala yang mungkin ditemukan meliputi nyeri dada, nyeri punggung, sesak napas terutama bila beraktivitas. Diagnosis dapat ditentukan dengan mudah secara klinis, dan dengan pemeriksaan penunjang seperti rontgen dada 2 posisi, CT Scan, dan Echocardiography. Pemeriksaan klinis dilakukan untuk menilai fungsi jantung dan paru. Rontgen dada dan CT Scan dilakukan untuk menentukan keparahan dari deformitas tulang dada dan tingkat asimetri. Echocardiography dilakukan untuk mendeteksi kemungkinan adanya kelainan pada jantung.

Pectus Excavatum dapat dikoreksi dengan penanganan operasi minimal invasif yang dikenal sebagai Nuss Procedure. Pada tindakan ini kelainan dinding dada dikoreksi dengan pemasangan Pectus Bar di bawah tulang dada. Tulang dada akan terangkat ke posisi normal dan bar tersebut dibiarkan di dalam tubuh selama 2 hingga 4 tahun. Setelah itu, operasi dilakukan kembali untuk mengeluarkan Pectus Bar tersebut.

pectuse-bar-siloam-heart-institute

Gambar 1. Pectus Bar

Pectus-Excavatum-siloam-heart-institute

Gambar 2. Pectus Excavatum

Pectus-Excavatum-siloam-heart-institute-after

Gambar 3. Pasca pengangkatan Pectus Bar setalah 2 tahun pemasangan

 

Operasi rekonstruksi pada pasien dengan Pectus Excavatum dapat dilakukan pada usia 4 sampai 18 tahun saat tulang dan tulang rawan dalam kondisi optimal (tidak terlalu lunak dan tidak terlalu kaku). Usia ideal untuk operasi adalah umur 8 hingga 13 tahun yaitu usia dalam pertumbuhan. Sebelum tindakan, data pemeriksaan yang harus dilengkapi, antara lain riwayat kelainan dinding dada (apakah terjadi perburukan), tanda-tanda dan gejala (nyeri dada, sesak napas, sesak saat beraktivitas), dan evaluasi klinis untuk menilai fungsi paru dan jantung.

Laporan kasus:

  1. Laki-laki berusia 15 tahun datang dari daerah dengan keluhan cepat lelah dan sesak napas bila beraktivitas. Pada pemeriksaan ditemukan Pectus Excavatum dan terdapat kelainan jantung (bising jantung karena penekanan dari dinding dada). Akhirnya pada 11 Juli 2013, dilakukan Nuss Procedure pada pasien. Pasca operasi, tidak ada masalah dan fungsi jantung kembali normal. Setelah 2 tahun pada 24 Juli 2015, dilakukan operasi untuk pengangkatkan Pectus Bar.

Pectus-Excavatum-siloam-heart-institute-rongen

Gambar 4. Foto rontgen pasien nomor 1 pasca prosedur

pasien

Gambar 5. Foto pasien nomor 1 setelah pengangkatan Pectus Bar (tahun 2015)

  1. Laki-laki berusia 14 tahun datang dengan keluhan sesak napas bila beraktivitas. Pasien merasa dadanya cekung sejak usia 12 tahun. Pada pemeriksaan didapatkan Pectus Excavatum, pemeriksaan jantung dan paru tidak ada kelainan. Kemudian, pasien menjalani tindakan Nuss Procedure pada 22 Juli 2015.

Pectus-Excavatum-siloam-heart-institute-pasien2

Gambar 6. Foto pasien nomor 2 pasca Nuss Procedure

Nuss Procedure:

Pasien berada pada posisi telentang dengan intubasi (memasukkan pipa jalan napas ke dalam trakea). Setelah tindakan aseptik dan antiseptik daerah dada sampai ke lateral (samping) dilakukan pengukuran panjang bar yang diperlukan. Setelah didapat ukuran, dilakukan pembentukan bar (moulding) sesuai bentuk yang diinginkan.

Insisi (pemotongan kulit) dinding dada kanan pada sela iga ke-5 di tempat yang tertinggi dari dinding dada kanan menembus sampai pleura (lapisan yang membungkus paru-paru) dan dimasukkan scope thoracoscopy (alat untuk melihat ke dalam rongga dada), paru kanan dikempeskan sehingga bisa melihat perikardium (kantong yang membungkus jantung) dengan alat yang telah disiapkan, dilakukan diseksi dari titik dinding dada yang paling tinggi di atas pleura parietalis, perikardium, dan di bawah dinding dada, dimasukkan menyilang ke sisi kiri sampai titik tertinggi di dinding dada kiri, dilakukan insisi kulit sehingga alat tersebut keluar dinding dada. Kedua insisi dilebarkan subkutis untuk tempat bar. Dengan tape/ benang yang diikatkan ke alat tersebut dan satu ujung yang lain diikatkan ke bar yang akan dipakai dan ditarik sampai kedua ujung berada di kedua sisi dinding dada. Dengan alat yang dirancang khusus, bar diputar 180o sehingga bagian yang cekung akan mengarah ke atas/ posisi yang diinginkan. Ujung bar di kanan difiksasi dan yang kiri ditutup langsung.