Selamat Datang Di Siloam Heart Institute

Peduli dan Sayangi Jantung Sejak Dini

Oleh : Mia Umi Kartikawati

Rabu, 30 Maret 2016 | 23:20 WIB

INILAHCOM, Jakarta – Dalam beberapa dekade terakhi, kematian yang disebabkan penyakit jantung kian meningkat. Khususnya di negara berkembang.

WHO menyatakan bahwa penyakit kardiovaskular atau jantung dan pembuluh darah terutama penyakit jantung koroner masih menduduki peringkat teratas di negara berkembang hingga tahun 2020.

Sedangkan Survey Kesehatan Nasional menunjukkan 3 dari 1000 atau 4 persen penduduk Indonesia menderita penyakit jantung koroner.Karena itu, berbagai pelayanan luas untuk diagnosa penyakit jantung sangat dibutuhkan untuk mengatasi penyakit tersebut. Hal ini menjadi perhatian khusus bagi pelayanan di rumah sakit.

“Fasilitas yang kami miliki dilengkapi tempat tidur coronary care unit, intermediate care area, high dependency unit, cardic investigative laboratories, laboratorium radiologi nuklir, klinik sub spesialis, unit fisioterapi, rehabilitasi kardiovaskuler, dan pencegahan kardiologi,” papar dr. Maizul Anwar, SpBTKV selaku chairman Siloam Heart Institute saat ditemui di Jakarta, Rabu (30/03/2016).

Perlu diketahui, penyakit jantung koroner terjadi karena adanya penyempitan atau penyumbutan pembuluh darah koroner jantung. Ini berfungsi untuk mendistribusikan darah dan oksigen ke otot jantung.

Penyempitan atau penyumbatan ini terjadi karena adanya proses penumpukan lemak di dinding pembuluh darah yang berlangsung secara bertahap. Keluhan penderita penyakit jantung koroner bervariasi.Umumnya, berupa nyeri dada yang dirasakan di daerah bawah tulang dada agak ke sebelah kiri dengan rasa seperti beban berat, ditusuk – tusuk, rasa terbakar yang kadang menjalar ke rahang, lengan kiri dan ke belakang punggung. Kemudian, disertai dengan keringat yang banyak.