Selamat Datang Di Siloam Heart Institute

Penyakit Jantung Bawaan pada Anak

Oleh: Prof Dr Ganesha M Hanrmurti SpJP (K), FASSC

Sekitar 40.000 bayi di Indonesia lahir dengan penyakit jantung bawaan tiap tahun. Hingga saat ini sebab dari penyakit jantung bawaan belum diketahui dengan pasti, selain faktor risikonya. Faktor risiko penting untuk diketahui lebih dulu agar menghindari kemungkinan anak menderita penyakit jantung bawaan.

Apa yang dimaksud dengan Penyakit Jantung Bawaan (PJB)?

jantung-kertasPJB adalah penyalot yang dibawa oleh anak pada waktu lahor akibat pembentukan jantung tidak sempuma dalam kandungan.
Proses pembentukan jantung pada )anln, terjadi pada trimester pertama kehamilan. Pada waktu jantung Janln mengalami proses pertumbuhan dl dalam kandungan, ada kemungkinan tertadapat gangguan. Akibatnya, jantung si anak mempunyai struktur yang tidak nonnal, sehingga tidak berfungsi sebagaimana mestinya Jika usia Janin telah mencapai empat bulan dan Jantung mula1
berdenyut. ini tanda bahwa pembentukan Jantung sudah selesai. Faktanya, 50% dari bayi dengan PJB memerlukan perawatan lntensif atau intervensi.

Apa faktor risiko PJB?

Faktor risiko terjadinya PJB antara lain usia sang ibu ketika hamil berada pada usia 40 tahun ke atas. Juga infeksi yang dialami ibu semasa kehamilan toga bulan pertamanya, seperti campak Jerman, virus rubella, cytomegalovirus. herpes atau virus toksoplasmosis. bisa menjadi penyebab. Mengonsumsi obat-obatan secara sembarang dan terkena pancaran sinar radioaktif pada ibu yang sedang mengandung juga akan membahayakan janin, di mana bisa berujung pad a PJB. Lalu, penyakit kencing manis, merokok atau polusi rokok, serta faktor keturunan (genetik) meskipun masih jarang. Apakah istilah “jantung bocor· dapat diartikan sebagai PJB? Pada masyarakat umum, istilah “jantung bocor’ memang senng diartikan sebagal PJB. Namun,jenis jenis PJB sendiri sangat beraneka rag am. Sebagai contoh yaitu terdapat lubang pada jantung, aliran darah di jantung tersumbat, pembuluh darah jantung mengallrkan darah ke arah yang todak seharusnya, dan lain sebagaonya.

Apa saja gejala PJB secara umum?

Pada bayi yang memohk1 PJB, oa tidak dapat memlnum ASI dengan ba1k sepert• bayolazlmnya. Dan saat meminum ASI pun, bayi sering merasa kelelahan dengan napas terengah – engah. Kemudian,dapat dilihat juga dari perkembangan berat badannya, di mana perkembangan bayi lebih lambat dibanding bayi pada mulanya Bayi dengan PJB agak cenderung sering batuk yang disertai panas. Gejala terakhir yang dapat dilihat adalah di daerah sekitar bibir dan kuku bayi yang menjadi biru. Namun pertu doketahui. tidak semua PJB pada bayi dosertai dengan kulit yang membiru.

Mengapa PJB baru terdeteksi saat seseorang telah dewasa?

PJB memang terjadi semenjak bayl masih dalam kandungan. Karena itulah, kemungklnan PJB tidak terdeteksi semenjak dini akibat kelainannya sangat rigan, sehingga tidak menimbulkan gejala dan baru dapat terdeteksi setelah kelainan tersebut membesar, lalu menimbulkan gejala saat sudah dewasa.