Selamat Datang Di Siloam Heart Institute

Penyakit Katup Jantung

Apakah fungsi dari Katup Jantung ?

Jantung manusia terletak di rongga dada dan terbagi 2 menjadi jantung kanan dan kiri. Jantung kanan mengumpulkan darah  kotor yang kaya karbondioksida dari seluruh tubuh dan di pompakan melalui arteri pulmonalis ke pembuluh darah paru-paru. Jantung kiri memompa darah bersih yang kaya oksigen dari paru-paru melalui aorta ke seluruh tubuh. Jantung kanan dan kiri terdiri atas masing-masing 2 ruang, yaitu satu serambi/atrium dan satu bilik/ventrikel. Di setiap jalan keluar ruang tersebut terdapat katup jantung. Fungsi katup tersebut seperti ventil. Setiap Serambi akan terisi darah dan secara aktif mengisi setiap bilik. Apabila bilik sudah terisi penuh darah dan mulailah terjadi  kontraksi otot jantung  , dan kemudian katup yang memisahkan serambi dan bilik menutup agar darah tidak terpompa balik ke serambi. Darah akan dipompakan melalui katup bilik yang terbuka  ke peredaran darah. Apabila setiap bilik kembali kosong, mengakibatkan turunnya tekanan di dalam bilik,sehingga  katup antara bilik dan peredaran darah (arteri pulmonalis dan aorta) menutup, otot bilik juga meregang dan mulailah proses pengisian melalui terbukanya katup anatara serambi dan bilik.

pkj_1 Gambar 1. Gambar potongan jantung dan letak katup jantung

Bagaimana proses terjadinya kelainan katup jantung ?

Kelainan katup jantung bawaan ( kongenital )  terdapat pada kurang lebih 1 % dari populasi manusia, misalnya ketika lahir mempunyai kelainan katup ( katup aorta dengan 2 daun katup yang seharusnya tiga). Kebanyakan dari kelainan katup adalah didapat (acquired), yaitu katup yang sehat karena sebuah penyakit menjadi berubah atau rusak. Penyebab yang terutama adalah proses peradangan dari katup jantung ( Endokarditis) yang kemudian katup menjadi menebal atau mengeras ( sekitar 6 kasus baru pada setiap 100.000 manusia dalam setahun di negara industri barat). Pada negara yang berkembang  dengan masih tingginya angka infeksi Demam rematik merupakan masalah utama penyebab kelainan katup jantung.

Penyebab yang lain  :

  • Proses degenerasi katup jantung karena proses penuaan (Perkapuran)
  • Penyakit jantung lainnya seperti Serangan jantung, hipertensi, yang menyebabkan bilik jantung membesar dan melebarnya ring katup jantung , sehingga terjadi kebocoran katup jantung
  • Proses degenerativ yang tidak di ketahui penyebabnya seperti katup mitral prolaps
  • Penyebab yang jarang ( misalnya trauma toraks, penyakit rematik. Lues, atau Tumor di jantung yang menyebabkan terganggunya katup jantung )

Bagaimana timbulnya keluhan pada kelainan Katup jantung ?

Keluhan pada pasien dengan kelain katup jantung sangat bervariasi. Hal ini tergantung dari berat, Jenis ( Kegagalan penutupan katup/regurgitasi, katup yang menyempit/Stenosis) dan katup Jantung yang terkena. Kelainan katup jantung berat dapat tidak menimbulkan gejala dalam jangka lama, jadi pasien tidak merasakan perubahan beratnya penyakit. Namun demikian kelainan tersebut sebenarnya  makin memperberat kerusakan  Jantung, bahkan menyebabkan kelainan otot jantung yang menetap.

Kebanyakan yang terkena adalah katup jantung kiri ( Mitral dan Aorta ), karena katup tersebut mendapat beban mekanik yang lebih. Gejala yang mungkin timbul adalah melemahnya kemampuan aktifitas fisik, sesak napas pada aktifitas dan atau dalam keadaan tenang serta gangguan irama jantung. Pada kelainan penyempitan Katup jantung pada pasien dapat timbul keluhan nyeri dada, gangguan keseimbangan dan kesadaran menurun.

Pada kelainan katup jantung kanan ,yaitu katup trikuspidal dan katup pulmonal gejala yang timbul akibat penimbunan cairan di  tungkai bawah ( Edema ), tanda kebiruan misalnya di bibir (Sianosis) atau gangguan nafsu makan dan mual, pembesaran perut ( Ascites ) serta penurunan berat badan.

Bagaimana mendiagnosa  kelainan Katup jantung ?

Hal pertama yang dapat diperoleh dokter dari Pasien adalah informasi mengenai riwayat penyakit melalui wawancara atau anamnesa. Pada pemeriksaan fisik, dapat terdengar suara jantung dan suara tambahan (murmur), yang pada kelainan katup jantung ditemukan perbedaan dari orang normal. Dokter juga harus memperhatikan tanda-tanda seperti timbunan cairan dan bibir yang biru. Pada EKG tidak di temukan informasi yang umum untuk kelainan ini. Kadang kala di temukan kelainan irama jantung seperti atrial fibrilasi. Pemeriksaan yang sangat bermakna adalah Ekokardiografi, pada pemeriksaan ini dapat diketahui informasi mengenai jenis dan ukuran dari kegagalan katup jantung serta akibat-akibat yang timbul  ( penebalan dinding  jantung, pembesaran jantung ). Pemeriksaan ini umumnya dilakukan dari luar atau dinding dada, tetapi pada keadaan tertentu ( untum mengetahui penebalan katup ) dapat dilakukan pemeriksaan melalui kerongkongan. Pemeriksaan kateter jantung biasanya di perlukan untuk mengukur tekanan dan saturasi oksigen di dalam ruang jantung. Pada pasien usia diatas 40 tahun diperlukan pemeriksaan angiographi ( pemeriksaan pembuluh koroner jantung ).

Kapan di operasi ?

Kelainan katup yang berat harus di operasi pada waktu yang tepat. Kapan sebaiknya dioperasi tergantung dari beberapa hal.Indikasi operasi ditentukan oleh beratnya kebocoran atau penyempitan katup tersebut. Selain itu juga tergantung pada keluhan yang ada. Pada penyempitan katup aorta misalnya, nyeri dada dan pingsan menjadi suatu pertanda bahwa harus segera di operasi.

Pada kebocoran katup aorta selain adanya keluhan, ukuran dan fungsi jantung kiri juga menentukan.

pkj_2

gambar 2. Contoh katup biologi/hewan (kiri) dan katup mekanik/metal (kanan)

Macam-macam operasi ?

Ada operasi yang mempertahankan keberadaan katup aslinya ( rekonstruksi katup ). Jika tidak memungkinkan maka harus diganti dengan katup baru. Katup mekanik tahan sangat lama. Ada beberapa model, tetapi semuanya menyebabkan aliran darah yang turbulen sehingga dapat terbentuk gumpalan darah. Karenanya pasien harus menggunakan pengencer darah seumur hidup.

Katup jantung dari bahan biologis, contoh katup jantung dari hewan, memiliki keuntungan karena pasien hanya perlu menggunakan pengencer darah hanya 3 bulan setelah operasi. Tetapi kekurangannya hanya bertahan sekitar 7 – 15 tahun. Karena itu sebaiknya hanya untuk orang tua (usia diatas 70 tahun) . Pada pasien hemodialisa dan gangguan kelenjar parathiroid, perkapuran katup biologis lebih cepat dan hatus di ganti. Katup dari manusia ( Homograft ) bertahan lebih lama, tidak perlu pengencer darah, arus darah lebih baik dan tidak mudah infeksi. Sayangnya ketersediaannya sangat terbatas.

Jika operasi tidak memungkinkan lagi, misalnya kerusakan otot jantung yang disebabkan kelainan katup begitu lanjut/parah, sehingga penggantian katup jantung justru menyebabkan gagal jantung, atau penyakit penyerta lainnya  yang menghalangi pasien untuk dioperasi, maka kelemahan  jantung disebabkan kelainan katup diobatin secara konservatif saja .

pkj_3

Gambar 3 . Operasi rekonstruksi (repair) katup mitral dengan reseksi daun katup dan pemasangan cincin (Ring)

 pkj_4

Gambar 4. Operasi pergantian katup mitral dengan katup mekanik

Pelebaran dengan kateter jantung

Saat ini tersedia alternatif selain operasi untuk penyempitan katup mitral dan pulmonal. Dengan menggunakan balon kateter melalui pembuluh darah paha, penyempitan bisa diperlebar. Dengan catatan penyempitan murni ( tanpa kebocoran ). Pada katup aorta  (kecuali pada pasien anak ) prosedur ini tidak dianjurkan karena penyempitan kembali sering terjadi.

Mencegah kelainan katup

Kebanyakan kelainan katup disebabkan oleh peradangan katup. Sangat penting mengenali gejala dini dan peradangan katup. Setelah operasi katup atau segera setelah kelainan pada katup diketahui, pencegahan dengan antibiotika sangat diperlukan , terutama pada kasus infeksi atau tindakan-tindakan yang bisa menyebabkan masuknya kuman-kuman kedalam aliran darah. Penting menjaga hiegiene mulut dan penanganan luka.

 Oleh: Dr. Royman C. P. Simanjuntak, SpBTKV

 *Ahli Bedah Jantung, Staf departemen Bedah Toraks dan Kardiovaskular RS. Siloam Kebun Jeruk